Tampilkan postingan dengan label inspiration. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label inspiration. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 Desember 2012

Membaca Puisi: Hujan di Bulan Juni (Desember-ku)

tak ada yang lebih tabah 
dari hujan bulan Juni 
dirahasiakannya rintik rindunya 
kepada pohon berbunga itu 

tak ada yang lebih bijak 
dari hujan bulan Juni 
dihapusnya jejak-jejak kakinya 
yang ragu-ragu di jalan itu 

tak ada yang lebih arif 
dari hujan bulan Juni 
dibiarkannya yang tak terucapkan 
diserap akar pohon bunga itu 



(Sapardi Djoko Damono - 1989)



catatan pinggir-ku:
pak sapardi, bolehkah saya ganti bulan Juni menjadi bulan Desember? mohon izin ya pak?
:)


M.
Yogyakarta, hujanku di bulan Desember 2012

Kamis, 22 November 2012

Membaca Adora Svitak: An Inspiring Girl

Adora Svitak adalah seseorang yang akhir-akhir ini memberi saya inspirasi, sering juga dipanggil dengan sebutan "a tiny literary giant". Dia adalah seorang anak muda Amerika yang baru berumur 15 tahun dan telah menulis begitu banyak karya mulai dari tulisan feature, puisi, atau esai baik di blog pribadinya (http://adorasv.blogspot.com/ dan http://www.adorasvitak.com/) atau pun di media massa, tulisannya mulai di publish dalam bentuk buku sejak dia berumur 7 tahun berjudul Flying Fingers (kumpulan cerita pendek yang berisi tips dan petunjuk untuk penulis) dan Dancing Fingers (buku koleksi puisi yang ini dibantu oleh saudari perempuannya bernama Andrianna). Sedangkan dia mulai mengenal dunia menulis sejak umur 4 tahun! 



Apa yang sebetulnya yang dilakukan Adora? 

Adora adalah tipe anak yang memiliki kemampuan cepat dalam menulis, dia bisa menulis antara 80-112 kata per menit, membaca 2-3 buku per hari, dan menulis sekitar 330.000 kata per tahun. Adora begitu percaya diri dengan melihat dirinya sebagai "pendidik, penyair dan kemanusiaan," tetapi bagi orang-orang di seluruh dunia dia hanyalah seorang anak dengan otak orang dewasa dan jadwal harian yang melelahkan bahkan sering tidak berakhir sampai 11 malam. Dia betul-betul tidak ingin membatas dirinya sendiri untuk terus berkarya. 

Pertama kali saya mengetahui tentang Adora ketika kebetulan menyaksikan video TED dia menjadi pembicara dengan judul “What Adult can Learn from Kids?”. Kala itu dia baru saja berumur 10 tahun, tetapi sudah bisa tampil dengan sangat percaya diri di acara seprestisius TED dihadapan beribu orang-orang yang notabene intelektual dan berpengalaman. Bahkan saat ini dia juga sudah memiliki kolom pribadi di media massa sekaliber Huffington Post Teen dan banyak menuliskan bermacam-macam esai (adora-svitak di huffington). 



Tentu saja ini membuatku semakin iri. Kemana saja saya saat sedang berumur 4 tahun? 10 tahun? Atau bahkan 15 tahun? 

Dulu ketika kita masih muda, banyak hal yang ingin kita lakukan namun kita justru menunda dengan dalih “Ah, nanti saja kalo sudah besar atau dewasa”, sementara begitu kita tumbuh besar dan dewasa cita-cita itu sedikit demi sedikit menjadi luntur dan terlupakan. Selama ini, kita memang selalu menyembunyikan diri dibalik topeng “anak-anak” karena orang dewasa selalu menghambat anak-anak untuk tidak terlalu banyak bertingkah, beraktivitas, berekplorasi atau berpetualang, sehingga anak-anak merasa minder dan begitu mudah tergantung dengan orang yang lebih tua. Adora membuka mata saya bahwa dunia anak-anak itu tidak seharusnya dibatasi tetapi dibimbing, mereka juga harus diberikan kebebasan untuk berekplorasi atau bahkan berkarya. Adora meyebutkan dengan istilah “the oppression of attention”, kekhawatiran dan pembatasan perhatian yang terlalu berlebihan dari orang tua terhadap anak-anak yang dikritik oleh Adora, “So how do people grow up in ways that minimize conflicting feelings of independence desired versus dependence missed? Perhaps as the children start to fly from the quintessential "nest," parents can find some new "children" of sorts to lavish attention on”. Karena larangan-larangan yang berlebihan dari orang tua yang posesif terhadap pehatian sang anak terkadang justru menimbulkan konflik batin bagi sang anak yang menyebabkan anak tersebut justru menjadi pasif atau pemberontak. 


Tetapi tentu saja, apa yang di raih oleh Adora tidaklah terlepas dari jasa kedua orang tuanya terutama ibunya yang mendorong Adora untuk bisa berprestasi sedemikian hebatnya. Adora Svitak bersekolah dasar dengan ibunya. Hasil pendidikan ibunya tersebut memang luar biasa, pada umur 11 tahun Adora bukanlah lagi seorang murid dia bahkan menjadi guru. Dia mengaku orang tuanya memang tidak tanggung-tanggung dalam memberikan bahan buku bacaan bagi Adora. Dia pun melahap berbagai macam jenis buku, seolah-olah buku itu adalah perman atau coklat bagi anak-anak pada umumnya. Sejak mengetahui kesukaan dan bakat Adora dalam hal menulis dan kritis berpendapat, ibarat gayung bersambut, kedua orang tuanya segera saja memberikannya laptop pribadi untuk menyalurkan bakat yang ada dalam diri Adora. 

Memang selalu ada pertanyaan seperti: apakah akan ada masalah ketika dia menjadi tumbuh dewasa? Dimana dia harus mulai berbaur dengan masyarakat normal dan mulai menjalani masa remaja selayaknya. Setiap orang tentu mempunyai masalah masing-masing. Tetapi apa yang dia lakukan di masa muda memberikan banyak inspirasi bagi saya, bahkan kini dia aktif dalam berbagai kegiatan social-activism dan menjadi pembicara untuk anak muda diberbagai tempat di dunia dan mempromosikan kebiasaan membaca dan mencintai literatur (interview with adora). So, nobody can stops you to be creative or productive person, not even age or others people. 

Semoga tulisan ini juga memberi inspirasi. Selamat Berkarya! ;) 

M. 


Yogyakarta, November 2012.

Jumat, 02 November 2012

Be strong!


When life seems grey~
Give a little colour,
imagine your dreams then
keep going and don't give up :)

M.
Yogyakarta, November 2012.


Rabu, 08 September 2010

Quotes and ideas to move and inspire you...^^


Don't follow your dreams; chase them.
- Richard Dumb

Akh, terkadang saya begitu naif pada diri sendiri, saya memiliki sejuta mimpi. Tapi entah mengapa rasa malas itu masih sering berkutat dalam benak saya. Berbagai macam cara saya lakukan untuk kembali membangkitkan mimpi dan cita-cita saya^^

Termasuk quotations atau kutipan-kutipan sederhana namun inspiratif dan mampu memotivasi.

Maka, kata-kata Richard Dumb begitu menyentuh pikiran dan hati saya dikala membutuhkan sebuah motivasi dan inspirasi.

Terkadang satu kesempatan emas itu datang bukan dengan hal yang besar melainkan dengan sesuatu hal yang sederhana, sangat simple.

Meskipun mimpi kita adalah sesuatu yang besar tapi jalan menunju mimpi itu selalu berawal dari kesempatan yang tidak pernah kita duga.

Always keep your dreams alive,
Always keep they coming true.





*Gambar diambil di Dunstable Downs, Bedfordshires, Inggris.